Padat Karya Tunai di Bendungan Dono Tirto, Waturoyo

PKT (Padat Karya Tunai)

Sabtu, 06 juni tahun 2020 kemarin merupakan momen yang mungkin bagi sebagian petani di desa waturoyo sangat dinantikan, betapa tidak setelah adanya banjir bandang sekitar 3 bulan lalu yang menerjang hampir seluruh kawasan pertanian, membuat pintu-pintu air irigasi yang sedianya untuk pengairan sawah menjadi tertutup oleh sisa-sisa banjir, terutama di bendung “Dono Tirto”. Semua pintu air baik yang di kiri maupun kanan tanggul menjadi tertutup oleh endapan lumpur yang sudah kering.
Melihat kenyataan yang terjadi pada pintu-pintu air, Pada hari itu, pintu-pintu air irigasi dibersihkan oleh semua petani yang tergabung dalam Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) “ Krido kismo” dan P3A (Paguyuban Petani Pengguna Air) kridho bantolo. Selama kurang lebih 3 jam, akhirnya satu pintu air yang sebelah selatan berhasil dibersihkan dan air irigasi untuk pengairan sawah dapat kembali normal,
Keesokan harinya pekerjaan kembali dilanjutkan, namun kali ini ada yang berbeda dari hari sebelumnya, yaitu ikut campurnya Pemerintah Desa Waturoyo dalam menangani hal tersebut. Ikut campur dalam hal ini adalah dengan adanya bantuan khususnya pemberian sarapan pagi bagi para petani yang dananya diambilkan dari DD(Dana Desa) sub bidang PKT (Padat Karya Tunai).

P K T

Dengan adanya PKT ini, petani di sekitar bendung dono tirto desa waturoyo merasa terbantu, selain membersihkan irigasi untuk pengairan di sawah, petani juga mendapatkan upah untuk pekerjaannya pada saat mengikuti padat karya tunai ini.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan