Pelatihan Kader Posyandu di Balai Desa Waturoyo

Pos Pelayanan Keluarga Berencana – Kesehatan Terpadu atau lebih dikenal dengan istilah Posyandu merupakan sebuah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Posyandu merupakan salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan baik gizi, kesehatan ibu dan anak, Pola hidup bersih sehat, imunisasi dan sebagainya.

Selasa,(21 September 2021), diadakan Pelatihan Kader Posyandu di Balai Desa Waturoyo. Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 35 Kader. Dalam pelatihan tersebut langsung dipandu oleh Septyana Noor Aida Petugas Puskesmas Margoyoso 02, dan didampingi Tantri Bidan Desa. Pelatihan Kader Posyandu dimulai pada pukul 09.00 sampai selesai.

Tujuan dilaksanakannya pelatihan tersebut tak lain untuk meningkatkan kemampuan kader posyandu, baik dalam pengukuran maupun penimbangan balita serta status gizi ibu dan balita, dan juga mampu mencegah terjadinya stunting.

Dalam pelatihan tersebut Septyana dan Tantri menjelaskan tentang bagaiamana cara mengukur kepala bayi, lengan bahu dan menimbang dengan baik dan benar. Ia juga meminta agar para kader posyandu lebih teliti dan jeli dalam melaksanakan tugasnya, terutama dalam mendata perkembangan balita.

“Untuk pengukuran kepala bayi yang benar pengukurnya mulai dari tengah jidat terus diukur melingkar ke depan. Kalau untuk lingkar lengan itu seperti biasa, begitupun mengukur tinggi badan”. ujar Tantri.

Septyana juga menjelaskan tentang makanan yang baik dikonsumi oleh bayi maupun balita, yang baik untuk perkembangan dan juga istirahat yang cukup.

“Untuk makanan bayi diusahakan jangan menggunakan micin. Alangkah baiknya diganti saja menggunakan gula dan garam, kenapa bisa begitu? saat bayi sudah mulai merasakan makanan, dan mekanan tersebut mengandung micin maka saat tumbuh kembangnya dia tidak mau mengkonsumsi makanan non-micin. karena dia sudah terbiasa makan-makanan yang mengandung micin sejak bayi”. tandasnya

Melalui kegiatan tersebut diharapkan peran Posyandu sebagai ujung tombak pemantauan status gizi di masyarakat dapat lebih optimal.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan